Selasa, 28 Februari 2017

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL
(Komunikasi verbal)
(Komunikasi non verbal)

Pasien: Selamat pagi buk bidan
Bidan  : Eeh buk Ani, pagi buk. (Sambil berdiri menatap pasien dengan wajah tersenyum). Silahkan duduk, ada yang bias saya bantu?
Pasien: Iya buk jadi gini lo,,
Saya merasa selama kehamilan saya ini, suami saya sudah tidak perhatian lagi sama saya buk, dia lebih sibuk memperhatikan pekerjaannya.
Bidan : Hem gitu ya buk (Sambil mengangguk)
Pasien: Iya buk, awalnya sih saya biarin aja, siapa tau besok-besok ada perubahannya gitu, eeh malah kamin cuek aja buk.
Bidan  : Oh terus-terus.
Pasien: Lama-lama saya capek juga buk nunggu di perhatiin, ya udah akhirnya saya ngomong aja langsung ke suami saya, tapi apa coba reaksinya buk.
Bidan  : Memang reaksinya yang seperti apa yang diberikan bapak sama buk? (Dengan wajah yang penasaran)
Pasien: Dia Cuma senyum-senyum buk, gimana saya ngga jengkel coba.
Bidan  : Trus-trus reaksi ibu sendiri gimana?
Pasien: Ya saya tinggal aja buk orang saya makin jengkel.
Bidan  : Laah trus si bapak gimana?
Pasien: Ya Alhamdulillah nya sih buk semenjak hari itu dia udah mulai perhatian, sering memberikan saya hadiah, dan pulang kerjapun sedikit lebih cepet.
Bidan  : Nah yang benar memang yang seperti itu buk, (Sambil memegang tangan pasien) jadi dalam hubungan memang harus ada komunikasi yang baik antara suami dan istri, agar tidak terjadi kesalapahaman contohnya yang seperti ibu tadi.
Pasien: Iya buk bidan, mulai sekarang saya akan lebih terbuka dengan suami saya. (Dengan wajah tersenyum dan merasa lega).


Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.


Komunikasi efektif dan non efektif antara bidan dan pasien

1.  Komunikasi efektif 
Pasien          : Selamat pagi bu bidan
Bidan            : Selamat pagi bu, silahkan duduk. Ada yang bias saya bantu?
Pasien           : Gini lo bu bidan, saya mau periksa kandungan.
Bidan            : Ada keluhan apa bu? (sambil membuka tangan ke depan  dan menyondongkan badan)
Pasien          : Saya akhir-akhir ini kalau pagi suka mual-mual buk. Apa lagi kalau mau makan.
Bidan            : Ooh gitu ya bu,, ini kehamilan keberapa?
Pasien          : Yang pertama bu
Bidan           : Kalau pada kehamilan itu biasa di alami buk, apa lagi ini kehamilan pertama. Tapi ibu harus  paksain makan ya, soalnya dedek bayi dalam kandungan ibu sangat  memerlukan nutrisi dari apa yang ibu makan, jadi ibu harus tetap makan ya agar bayinya tetap sehat.
Pasien          : Iya trima kasih bu bidan, saya permisi dulu ya. (dengan wajah yang tersenyum).
Bidan           : Iya bu hati-hati ya di jalan.
Pasien          : Iya bu bidan.




2.  Komunikasi tidak efektif
Pasien          : Selamat pagi bu bidan
Bidan           : Pagi,, ada apa bu ?
Pasien          : Saya mau periksa kandungan
Bidan           : Kandungannya kenapa ? (sambil melipat tangan)
Pasien          : Saya susah tidur, itu kenapa ya bu bidan ?
Bidan           : Kandungannya udah masuk usia berapa ?
Pasien          : Delapan bulan
Bidan           : Kalau delapan bulan memang seperti itu bu, ada lagi?
Pasien          : Itu aja bu
Bidan           : Oo ya sudah
Pasien          : Saya permisi dulu. (dengan wajah manyun dan merasa tidak puas)
Bidan           : Iya.




Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Soal DDST dan KPSP

       A.  SOAL DDST
          1.  Vignette: Seorang ibu membawa anaknya ke Klinik Tumbuh Kembang pada tanggal 20 april                   2017. Tanggal lahinya 12 desember 2016, dan akan dilakukan pemeriksaan DDST.

        Pertanyaan : Berapa usia anak tersebut ketika pemeriksaan?
a.   6 bulan
b.   5 bulan 10 hari
c.    5 bulan 8 hari
d.   4 bulan 8 hari
e.   4 bulan 10 hari

    2. Vignette: Seorang ibu datang  ke Klinik Sayang Anak untuk melakukan konsultasi pemantauan    tumbuh kembang anaknya yang berusia empat tahun. Bidan melakukan pemeriksaan dengan  instrument DDST II. Setelah menyelesaikan seluruh aitem tes pada semua sector, bidan melakukan    analisis hasil tes dan menemukan ada beberapa hasil tes meliputi F dan R.



      



       Garis Umur                                      Garis Umur             

        F                                                   R
 






   Pertanyaan: Berdasarkan hasil di atas, kesimpulan dari hasil tes tersebut adalah? 
a.   Normal
b.   Advance
c.    Suspect
d.   Delayed
e.   Untestable

     3. Vignette: Seorang ibu  membawa anaknya yang berumur lima tahun ke Klinik Tumbuh Kembang.  Setelah melalui proses anamnesa dan penghitungan umur, bidan melakukan pemeriksaan DDST.      Dengan banyaknya aitem tes di semua sector, bidan memutuskan menyusun skala prioritas tes.
  Pertanyaan: Pertimbangan tes yang paling tepat adalah?
a.   Tes dimulai dari kotak yang berada di sebelah kanan garis umur
b.   Utamakan tes yang cukup berdasarkan laporan
c.    Tes dimulai dari kotak yangberada di sebelah kiri garis umur
d.   Utamakan tes yang menggunakan alat
e.   Tes dimulai dari kotak yang dipotong garis umur


B. SOAL KPSP
  4. Vignette: Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 7 bulan ke Klinik Sehati dengan keluhan batuk pilek.
Pertanyaan: Apakah kita perlu menyarankan orang tuanya untuk menjawab KPSP?
a.   Tidak perlu karena tidak dikeluhkan adanya gangguan perkembangan
b.   Tidak perlu karena usianya 7 bulan
c.    Perlu, dengan menggunakan kuisioner untuk bayi usia 6 bulan
d.   Perlu, dengan menggunakan kuisioner untuk bayi usia 7 bulan
e.   Perlu, dengan menggunakan kuisioner untuknbayi usia 9 bulan

5. Vignette: Seorang ibu membawa anaknya ke Klinik Tumbuh Kembang. Setelah melalui anamnesa ternyata anak mengalami gangguan perkembangan.
Pertanyaan: Perangkat apakah yang dapat digunakan oleh orang tua untuk mendeteksi dini gangguan perkembangan anak?
a.   Denver II
b.   DDST
c.    KPSP
d.   Tes Bayley
e.   CHAT



Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sabtu, 25 Februari 2017

Ini Alasan Anak-anak Mudah Paham Cara Pakai Gadget

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Sabtu, 11/02/2017 11:07 WIB

Ini Alasan Anak-anak Mudah Paham Cara Pakai Gadget
Jakarta, Di rumah, anak tak terbiasa main gadget. Tapi, saat ia bermain bersama teman atau saudaranya, si kecil jadi mudah paham mengoperasikan gadget tersebut. Hmm, kenapa ya?

Ini salah satunya pernah dialami salah satu pembaca detikHealth bernama Vivi. Ia menceritakan sang anak yang berusia 2,5 tahun sedang berkumpul bersama sepupunya. Lalu, si kecil diberi tahu sebuah video dan bermacam-macam game oleh sepupunya.

"Terus dia nanya sepupunya 'video gimana?'. Cuma dengan melihat, dia tahu harus pencet yang mana. Begitu juga dengan game, anak saya nanya 'yang balap mobil mana?'. Terus dibukain yang balap mobil sama sepupunya. Tapi karena anak saya nggak jago, main game-nya cuma miring-miring gitu dan game over berkali-kali," tutur Vivi. 

Terkait hal ini, menurut psikolog anak Chitra Annisya MPsi, Psikologm, sifat dasar gadget adalah multisensori. Gadget bisa jadi hal yang sangat menarik bagi anak karena menstimulasi area mata, telinga, dan memiliki konten bergerak serta warna-warna yang sangat menarik.

Nah, ketika anak hendak mempelajari sesuatu, ia harus memiliki motivasi dan minat. Karena menarik, gadget pun membuat anak termotivasi untuk mengutak-atiknya.

Baca juga: Bagi Anak, Main Real Life Game dan Digital Game Mesti Seimbang

"Jangan lupa juga sebetulnya kalau anak terbiasa melihat bagaimana orang memakai gadget, dia akan menyerap informasi soal gimana pakai gadget itu lho. Seperti anak menyerap bahasa yang dipakai orang dewasa di sekitarnya," tutur Chitra saat berbincang dengan detikHealth di sela-sela 'Konsulteatime' baru-baru ini.

Misalnya, secara tidak sadar ibu memainkan gadgetnya sambil menyusui si kecil. Nah, saat itu pula anak bisa merekam bagaimana cara memainkan gadget. Dengan kata lain, karena anak terlahir dari digital parent maka ia menjadi digital kid yang sudah terbiasa dengan proses kerja gadget sejak bayi, sehingga saat besar ia bisa lebih mudah mempelajari gadget tersebut.

Meski sebenarnya, selama ini anak tak pernah memainkan gadget, Chitra menambahkan, sebetulnya di kegiatan lain anak juga belajar simbol secara konkret. Misalnya, botol minum menjadi simbol bagi anak bahwa jika ia ingin minum maka botol itu mesti diraih. Kemudian, bentuk piring berarti untuk makan.

"Memang anak lebih mudah belajar sesuatu yang berbentuk visual, mau itu gambar, simbol atau benda konkret. Jadi, kalau simbol mudahkan anak main gadget bisa jadi. Kemudian, kemudahan seperti tinggal mengusap layar lantas gagdet terbuka, itu bisa memudahkan anak mengoperasikan gadget. Tapi, nggak bisa dikatakan anak lebih mudah belajar simbol dibanding benda konkret," pungkas Chitra.


Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.


Sumber : http://health.detik.com/read/2017/02/11/110643/3419786/764/ini-alasan-anak-anak-mudah-paham-cara-pakai-gadget

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi Baru Lahir

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 12/02/2017 15:06 WIB

Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi Baru Lahir
Jakarta, Tak hanya pada orang dewasa, cegukan juga bisa terjadi pada bayi, termasuk bayi baru lahir. Terutama bagi orang tua baru, kondisi ini kadang menimbulkan kebingungan bagaimana cara mengatasi cegukan si kecil.

Terkait cegukan pada bayi, termasuk bayi baru lahir, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan cegukan atau hiccups atau dalam bahasa medis disebut singultus adalah kontraksi tiba-tiba yang tidak disengaja pada diafragma.

Nah, akibat kontraksi tersebut akan timbul hisapan udara secara mendadak yang masuk ke dalam paru-paru melewati ruang antara pita suara (glottis). Sehingga, menyebabkan terjadinya suara hik yang khas. Kontraksi yang tiba-tiba tersebut, kata dr Meta, terjadi akibat adanya rangsangan pada diafragma.

"Misalnya saja makan terlalu cepat, minum air terlalu dingin, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras," kata dr Meta saat berbincang dengan detikHealth.

Lantas, bagaimana mengatasi cegukan pada bayi utamanya yang baru lahir? "Cegukan biasanya akan hilang dengan sendirinya atau hilang saat si kecil tidur ," ujar dokter yang juga penulis buku 'Play and Learn' ini.

Baca juga: Ini Penyebab Bayi Spontan Menggigit Puting Ibu Saat Menyusu

Dikutip dari Baby Center, Lynnette Mazur, profesor pediatrik dari University of Texas Health Science Center menuturkan cegukan adalah hal normal dan wajar terjadi pada bayi. Kecuali jika cegukan sampai mengganggu aktivitasnya seperti tidur atau makan. Bayi yang memiliki penyakit gastroesophageal reflux dikatakan Mazur mungkin akan lebih sering mengalami cegukan.

Jika cegukan sering menyebabkan bayi muntah, batuk, sangat rewel atau sangat tidak terkendali hingga bayi berusia lebih dari setahun, sebaiknya orang tua berkonsultasi ke dokter.
Menurut Mazur ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu menghilangkan atau mencegah cegukan pada bayi, misalnya:

- Selalu memonitor bayi saat menyusu untuk memastikan ia minum dengan perlahan-lahan.
- Pastikan saat menyusui ibu dalam keadaan tenang dan tidak terlalu bersemangat.
- Mengubah posisi menyusui dan mencoba menenangkan si kecil.
- Sering bersendawa saat menyusu merupakan salah satu cara efektif untuk menghentikan cegukan.


Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.


Sumber : http://health.detik.com/read/2017/02/12/150155/3420385/1300/cara-mengatasi-cegukan-pada-bayi-baru-lahir

detikHealthIbu & AnakPenyebab ASI Menggumpal pada Ibu Menyusui Penyebab ASI Menggumpal pada Ibu Menyusui

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 23/02/2017 17:04 WIB

Penyebab ASI Menggumpal pada Ibu Menyusui
Jakarta, Masa-masa indah menjadi seorang ibu adalah menyusui, demikian kata banyak orang. Tentunya ASI merupakan nutrisi terbaik sekaligus upaya menumbuhkan ikatan ibu dengan bayi. Sayangnya, ada kondisi di mana menyusui jadi peristiwa yang kurang menyenangkan.

Seperti yang belum banyak kita ketahui, ibu kadang tidak bisa menikmati momen menyusui buah hatinya lantaran adanya penyumbatan pada saluran ASI atau radang payudara sehingga muncul gumpalan dengan rasa sakit. Pada kebanyakan kasus, hal ini biasanya terjadi pada awal-awal menyusui.

Dokter laktasi dan ibu menyusui RS Permata, Depok, dr Asti Praborini, SpA, IBCLC, menjelaskan, sumbatan yang terjadi pada saluran ASI umumnya terjadi karena payudara tertekan oleh suatu benda dalam durasi yang cukup lama, misalnya pemakaian bra atau pakaian yang terlalu ketat, atau bisa juga karena pengeluaran ASI yang kurang efektif.

Baca juga: Kurang Asupan ASI Bisa Picu Demam pada Bayi Baru Lahir?

"Pengeluaran ASI yang kurang efektif biasanya disebabkan oleh hisapan bayi yang kurang optimal untuk mengosongkan payudara, yang paling sering adalah bayi mempunyai kelainan anatomi pada mulutnya," terang dr Asti.

Selain itu, kata dr Asti, pengeluaran ASI yang tidak efektif juga terjadi apabila sebelumnya bayi menggunakan dot atau empeng. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa penggunaan dot atau empeng akan mengubah hisapan bayi.

"Bayi cenderung hanya menetek di puting. Akibatnya ibu dapat mengalami sumbatan saluran ASI atau bengkak berulang pada payudara," ungkapnya lagi.

Jika ibu mengalami hal ini, jangan dulu panik ya. Supaya keluhan berkurang, ibu disarankan untuk mengeluarkan ASI yang berlebih dengan menggunakan alat pompa atau tangan. Kemudian, usai menyusui sebaiknya jangan biarkan ada air susu tersisa agar ASI tak kembali tersumbat.

Selanjutnya, untuk meredakan rasa sakit akibat sumbatan saluran ASI, ibu bisa mengompres payudara dengan air hangat sembari melakukan pijatan lembut pada area payudara di mana penggumpalan air susu terjadi.



Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.


Sumber : http://health.detik.com/read/2017/02/23/165940/3430313/764/penyebab-asi-menggumpal-pada-ibu-menyusui

Perut Masih Saja Besar Usai Melahirkan, Apa Sebabnya?



Adis Lenggogeni - detikHealth
Rabu, 07/05/2014 15:24 WIB

Perut Masih Saja Besar Usai Melahirkan, Apa Sebabnya?
Jakarta, Selama 9 bulan, perut ibu hamil terus membesar akibat pertumbuhan janin yang dikandungnya. Begitu melahirkan, rupanya perut tidak serta-merta mengecil begitu saja. Ada yang tetap kendur, bahkan hingga berbulan-bulan berikutnya.

Dokter kandungan dari RS Brawijaya, dr Prima Progestian, SpOG mengatakan bahwa menyusui pada dasarnya bisa mengembalikan perut ke bentuk semula. Secara teori, menyusui akan membuat banyak kalori terbuang. Namun tentunya, menyusui bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi.

"Pola makannya juga, pola makan selama menyusui," kata dr Prima kepada detikHealth, seperti ditulis Rabu (6/5/2014).

Saat menyusui, umumnya ibu-ibu makan lebih banyak daripada biasanya. Nah, jika si ibu mengimbanginya juga dengan olahraga atau aktivitas fisik lainnya, maka berat badannya akan lebih cepat turun. Lain halnya jika lebih banyak diam, maka bentuk tubuhnya akan tetap begitu-begitu saja.

Sementara itu, dr Febriansyah Darus SpOG(K) dari RSIA Taman Puring mengatakan bahwa perut akan kembali ke bentuk normal setelah melahirkan. Biasanya, setelah 40 hari masa nifas. Namun lagi-lagi, olahraga juga mempengaruhi di samping juga elastisitas kulit.

Beberapa ibu menggunakan korset untuk mempercepat kembalinya perut ke bentuk semula. Menurut dr Darus, anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Menggunakan korset hanya membuat perut terasa lebih nyaman, bukan benar-benar mengecilkan ukurannya.

"Ibu pakai korset perutnya bisa jadi kencang, tapi untuk mengecilkan perut tidak," kata dr Darus.

Kesimpulannya, bila ingin bentuk perut cepat kembali normal sehabis melahirkan maka jangan tinggalkan kewajiban menyusui. Jaga pola makan, dan lakukan aktivitas fisik agar terjadi pembakaran kalori untuk melumerkan lemak-lemak penyebab perut bergelambir.

(vit/vit)


Akademi Kebidanan Ummi Khasanah Yogyakarta. AKBIDUK Jogja. Pendaftaran PMB Akbid. AKBID Kebidanan. Mau jadi Bidan Profesional dan handal kunjungi : www.akbiduk.ac.idAkbid di Jogja Akbid Ummi Khasanah Yogyakarta.

Sumber : http://health.detik.com/read/2014/05/07/152432/2576083/775/perut-masih-saja-besar-usai-melahirkan-apa-sebabnya